Minggu, 20 Februari 2011
Sabtu, 19 Februari 2011
sejarah redhet
SEJARAH REDHAT
para peneliti di AT&T Bell Laboratorium Amerika, membuat sistem operasi UNIX, cikal bakal dari Linux. UNIX mendapatkan perhatian besar karena merupakan sistem operasi
pertama yang dibuat bukan oleh hardware maker. Selain itu juga karena seluruh source code-nya dibuat dengan bahasa C, sehingga mempermudah pemindahannya ke berbagai platform.
Dalam waktu singkat UNIX berkembang secara pesat dan terpecah dalam dua aliran: UNIX yang dikembangkan oleh Universitas Berkeley dan yang dikembangkan oleh AT&T. Setelah itu mulai banyak perusahaan yang melibatkan diri, dan terjadilah persaingan yang melibatkan banyak perusahaan untuk memegang kontrol dalam bidang sistem operasi. Persaingan ini menyebabkan perlu adanya standarisasi. Dari sini lahirlah proyek POSIX yang dimotori oleh IEEE (The Institute of Electrical and Electronics Engineers) yang bertujuan untuk menetapkan spesifikasi standar UNIX. Akan tetapi, standarisasi ini tidak meredakan persaingan. Sejak saat itu, muncul berbagai macam jenis UNIX.
Salah satu diantaranya adalah MINIX yang dibuat oleh A. S. Tanenbaum untuk tujuan pendidikan. Source code MINIX inilah yang oleh Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki pada waktu itu, kemudian dijadikan sebagai referensi untuk membuat sistem operasi baru yang gratis dan yang source codenya bisa diakses oleh umum. Sistem operasi ini kemudian diberi nama Linux. Dalam membangun Linux, Linus menggunakan tool-tool dari Free Foundation Software yang berlisensi GNU. Kemudian untuk menjadikan Linux sebuah sistem operasi yang utuh, dia memasukkan program-program yang juga berlisensi GNU.
Awalnya Linus membuat Linux sendiri sebagai hobi, karena ia ingin menjalankan sistem operasi semacam UNIX dalam komputer 386-nya. Dari hasil kerjanya lahirlah Linux versi 0.01, yang sebenarnya masih belum bisa disebut sebuah sistem operasi. Setelah mengalami perbaikan, jadilah Linux versi 0.02, yang notabene adalah Linux resmi versi pertama yang diumumkan pada publik. Linus mengumumkan source code Linux pada tanggal 5 Oktober 1991. Saat itu Linux sudah dapat menjalankan shell bash, gcc compiler, GNU make, GNU sed, compress dll. Proyek Linux ini mendapatkan perhatian dari para programer di seluruh dunia yang kemudian turut berpartisipasi membangun Linux. Perkembangan Linux berlangsung dengan sangat pesat hingga saat ini. Versi terbaru dari kernel Linux dapat anda check pada situs http://www.kernel.org [1].
Saat ini hanya pembangunan kernel Linux saja yang masih dikontrol oleh Linus sendiri. Sedangkan bagian lain dari sistem operasi Linux telah dikembangkan oleh banyak pihak. Oleh karenanya sekarang kita dapat melihat berbagai macam distro (distribusi, jenis) Linux yang jumlahnya ratusan jenis. Salah satu distro yang terkenal adalah RedHat. Selain itu ada juga distribusi Slackware dan Debian yang memiliki ciri khasnya masing-masing. Linux juga diadaptasi ke banyak bahasa seperti misalnya Linux Trustix Merdeka di Indonesia, Vine Linux di Jepang, RedFlag Linux di Cina, dll.
Perkembangan yang pesat ini tidak terlepas dari jasa proyek GNU yang menyediakan program-program bermutu yang gratis dan esensial dalam Linux, seperti shell program, compiler, XFree, GNOME desktop, dll. Boleh dikatakan Linux ada saat ini berkat budaya open source dan fenomena Linux ini pula salah satu bukti kehebatan dari budaya open source.

INSTALASI LINUX REDHAT

Beberapa hal yang patut anda catat sebelum memulai instalasi adalah :
1. siapkan PC yang memungkinkan untuk menginstal linux
2. siapkan CD instalasi Linux yang akan anda instal
Memulai Instalasi
1. Setting BIOS pada komputer, agar booting pertama dari CD-Drive.
2. Masukkan Disk ke 1 dari 3 CD Red Hat ke dalam CD-Drive. Tunggu beberapa saat hingga tampil pilihan untuk memulai instalatasi Red Hat tersebut | tekan tombol Enter.

3. Tunggu beberapa saat akan muncul pilihan bahasa selama proses instalasi seperti gambar berikut :

4. Klik tombol Next. Kemudian akan tampil jendela pilihan untuk keyboard.

5. Klik tombol Next. Kemudian akan tampil jendela pilihan untuk mouse, klik sesuai dengan mouse yang digunakan.

6. Klik tombol Next. Kemudian akan tampil jendela pilihan untuk upgrade atau install


7. Pilih Perform a New Red Hat Linux Installation, Kemudian klik tombol Next.
8. Tentukan pilihan untuk instalasi yang diinginkan, klik Next

1 Personal Desktop Aplikasi offices dan Multimedia 1.8 GB
2 Workstation Komputer kerja untuk jaringan dan developer/ programmer. 2.1 GB
3 Server Komputer sebagai server dengan aplikasinya 1.5 GB – 4.85 GB
4 Custom Menentukan sendiri paket sesuai kebutuhan 500 MB – 4.85 GB
9. Pilih bentuk partisi yang diinginkan : Automatically Partition atau Manually Partition with Disk Druid


*) Membuat tiga partisi, masing-masing untuk windows, linux dan data. Sehingga jika anda ingin menghapus/ uninstal Linux atau Windows, data-data penting anda tidak turut hilang.

*) Didalam sebuah Harddisk terdapat konsep partisi yang terdiri dari Partisi Primary, Partisi Extended dan Partisi Logical. Didalam partisi primary terdapat Master Boot Record (MBR) untuk melakukan proses boot loader dari suatu sistem operasi.
10. Pilih Manually Partition with Disk Druid untuk membuat partisi Linux, dan secara default, Anda cukup untuk membuat partisi :
1 . /boot ———-> EXT3 / Linux Native ——-> 100 MB
2 . / ————–>EXT3 / Linux Native ——–>4000 MB
3 . swap ———–>Swap ————->2 x jumlah memori yang terpasang pada komputer

Pilih tombol NEW pada kotak dialog Partitioning. Lalu isikan di kolom Mount Point “ / ”. Untuk file system, pilih Linux Native. Isikan kolom size sisa dari hardisk anda yang masih kosong. Lalu pilih OK kemudian pilih Next.

11. Setelah selesai pembuatan partisi maka akan ditampilkan konfigurasi untuk boot loader Lalu pilih Next, sehingga muncul tampilan sebagai berikut :

12. Jika anda berencana menghubungkan komputer ke jaringan, isikan data yang diminta. Jika tidak biarkan kosong. Pilih Next.

13. Kemudian muncul kotak konfigurasi firewall. Biarkan kosong jika anda tidak menghubungkan komputer dengan jaringan.

14. Pilih Next , muncul tampilan berikut yang meminta anda mengisikan jenis bahasa yang akan digunakan oleh RedHat nantinya.
| Sell Links On Your Site |
| |

15. Pilih Next untuk melanjutkan. Sehingga tampil setting waktu.

16. Pilih Next untuk melanjutkan. Masukkan Password untuk root, yang merupakan super user. Klik tombol Next dan tombol Next kembali.


17. Tentukan paket-paket apa saja yang akan di Install. Ada beberapa group paket diantaranya seperti Desktop, Application, Server. Kemudian klik Next

18. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi paket yang telah dipilih selesai semuanya.

19. Kemudian akan tampil kotak dialog untuk membuat boot system untuk disket, masukkan disket pada drive A, kemudian klik tombol Next.

20. Setelah selesai pembuatan disket boot, kemudian akan tampil kotak dialog untuk menentukan jenis Berikutnya installer akan meminta anda memilih konfigurasi Video Card. Umumnya, installer mengenali jenis video card yang ada. Dan juga anda diminta memilih jumlah RAM video card tersebut. Seperti terlihat pada gambar berikut :

21. Klik Next untuk menentukan jenis monitor yang digunakan dan resolusi yang diinginkan.
22. Setelah anda memasukan dengan benar, maka selesai sudah instalasi Linux RedHat 9.0.
Perintah Dasar Linux
Sekilas Tentang Command LineSeperti halnya bila kita mengetikkan perintah di DOS, command line atau baris perintah di Linux juga diketikkan di prompt dan diakhiri dengan menekan tombol Enter pada keyboard untuk mengeksekusi perintah tersebut.
Baris perintah merupakan cara yang lebih efisien untuk melakukan sesuatu pekerjaan. Oleh karena itu pemakai Linux tetap mengandalkan cara ini untuk bekerja. Sebaiknya pemula juga harus mengetahui dan sedikitnya pernah menggunanakan perintah baris ini karena suatu saat pengetahuan akan perintah-perintah ini bisa sangat diperlukan.
Berikut akan dijelaskan beberapa perintah dasar yang mungkin kelak akan sering digunakan terutama oleh para pemula. Perhatian: pengetahuan akan perintah-perintah yang lain akan segera bertambah seiring dengan kemajuan Anda menguasai sistem operasi Linux ini.
Penjelasan masing-masing perintah akan dipersingkat saja dan untuk mengetahui lebih detail lagi fungsi-fungsi suatu perintah, Anda dapat melihat manualnya, misalnya dengan mengetikkan perintah man:
man adalah perintah untuk menampilkan manual dari suatu perintah. Cara untuk menggunakannya adalah dengan mengetikkan man diikuti dengan perintah yang ingin kita ketahui manual pemakaiannya.
# ifconfig
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr y:y:y:y:y:y
inet addr:202.x.x.x Bcast:202.x.x.x Mask:255.255.255.248
inet6 addr: fe80::21c:c4ff:fedd:5ebe/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:196993365 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:392202880 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:2340893589 (2.1 GiB) TX bytes:2110683990 (1.9 GiB)
Interrupt:169 Memory:f8000000-f8012100
eth1 Link encap:Ethernet HWaddr y:y:y:y:y:y
inet addr:192.x.x.xBcast:192.x.x.xMask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::21c:c4ff:fedd:5ebc/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:876316856 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:709389252 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:2216185081 (2.0 GiB) TX bytes:1837405613 (1.7 GiB)
Interrupt:177 Memory:fa000000-fa012100
lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:18132814 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:18132814 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:4051112243 (3.7 GiB) TX bytes:4051112243 (3.7 GiB)
Disini dapat dilihat bahwa ada 3, yaitu eth1 dengan IP 202.x.x.x , eth0 dengan IP 192.x.x.x dan lo untuk localhost
# ifconfig eth0 –> dengan menyebutkan namanya berarti melihat salah satu
eth1 Link encap:Ethernet HWaddr y:y:y:y:y:y
inet addr:192.x.x.xBcast:192.x.x.xMask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::21c:c4ff:fedd:5ebc/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:876384995 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:709424520 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:2257632580 (2.1 GiB) TX bytes:1843218325 (1.7 GiB)
Interrupt:177 Memory:fa000000-fa012100
# ifconfig eth0 192.168.200.200 netmask 255.255.255.0
ini digunakan untuk melakukan perubahan alamat IP secara langsung, akan tetapi jika dilakukan reboot konfigurasi ini akan hilang.
Untuk membuat konfigurasi permanen, data harus ditulis di file, yaitu untuk Centos konfigurasinya terletak di “/etc/sysconfig/networking/devices/”
2. Perintah mengaktifkan dan mematikan ethernet
# ifup eth1 –> menghidupkan eth1
#ifdown eth1 –> mematikan eth1
3. Perintah untuk melihat tabel routing
# route print
Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
202.x.x.x * 255.255.255.248 U 0 0 0 eth0
192.x.x.0 * 255.255.255.0 U 0 0 0 eth1
default 202.x.x.x 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0
Dari informasi ini dapat dibaca bahwa default router untuk eth0 yaitu 202.x.x.x
Untuk menambahkan sebuah tabel routing agar komputer dapat melakukan routing ke IP 192.168.200.100 melalui gateway 192.168.100.1 maka perintahnya yaitu :
# route add 192.168.200.100 gw 192.168.100.1
Dan untuk menghapusnya yaitu dengan
# route del 192.168.200.100

Banyak sekali Distro Linux yang mngembangkan Sistem Operasi seperti Linux ini, Dan semua bentuk Sistem Operasi cabang dari Linux dapat kita Download dengan mudah dan tanpa biaya.Red Hat adalah salah satu contoh dari beberapa distro dan Red Hat Banyak memiliki kelebihan.
Kamis, 17 Februari 2011
pengertian IP address
MarMar 1616

IP address kelas A

IP address kelas B

IP address kelas C

IP address dalam TCP/IP properties

[ Read More.. ]
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
Jumlah IP address yang tersedia secara teoritis adalah 255×255x255×255 atau sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Pembagian kelas-kelas ini ditujukan untuk mempermudah alokasi IP Address, baik untuk host/jaringan tertentu atau untuk keperluan tertentu.
IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID) dan bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E.
Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :
Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255×255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada gambar berikut ini:

IP address kelas A
Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address 167.205.26.161, network ID = 167.205 dan host ID = 26.161. Pada. IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.

IP address kelas B
IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari 24 bit dan host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host.

IP address kelas C
IP address kelas C digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address kelas C selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247, sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah network ID dan host ID.
IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.
Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yang digunakan untuk IP address yang menunjuk bagian jaringan.Penulisan network prefix adalah dengan tanda slash “/” yang diikuti angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit. Misal untuk menunjuk satu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan penulisan 167.205/16. Angka 16 ini merupakan panjang bit untuk network prefix kelas B.
Implementasi TCP/IP pada Windows meliputi protokol standar TCP/IP, kompatible dengan
TCP/IP berbasis jaringan. Protokol standar TCP/IP termasuk:
- Internet Protocol,
- Transmission Control Protocol (TCP),
- Internet Control Message Protocol (ICMP),
- Address Resolusion Protocol (ARP),
- User Datagram Protocol (UDP).
TCP/IP harus dikonfigurasikan sebelum dahulu agar bisa “berkomunikasi” di dalam jaringan
komputer. Setiap kartu jaringan komputer yang telah diinstall memerlukan IP address dan subnet
mask. IP address harus unik (berbeda dengan komputer lain), subnet mask digunakan untuk
membedakan network ID dari host ID.
Memberikan IP Address
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host
Configuration Protocol (DHCP) atau disi secara manual.

IP address dalam TCP/IP properties
Prosedur yang dilakukan untuk mengisikan IP address:
- Buka Control Panel dan double-klik icon Network.
- Di dalam tab Configuration, klik TCP/IP yang ada dalam daftar untuk kartu jaringan yang telah diinstall.
- Klik Properties.
- Di dalam tab IP Address, terdapat 2 pilihan:
- Obtain an IP address automatically. IP address akan diperoleh melalui fasilitas DHCP. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.
- Specify an IP address. IP address dan subnet mask diisi secara manual.
- Klik OK.
- Jika diperlukan masuk kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab Gateway, masukkan nomor alamat server.
- Klik OK.
- Jika diperlukan untuk mengaktifkan Windows Internet Naming Service (WINS) server, kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab WINS Configuration, dan klik Enable WINS Resolution serta masukan nomor alamat server.
- Jika diperlukan untuk mengaktifkan domain name system (DNS), kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab DNS Configuration, klik Enable DNS, masukkan nomor alamat server.
- Klik OK.

Pengkabelan Jaringan
Didalam membuat Jaringan selain ada PC atau perangkat computer yang digunakan sebagai akses. Dan untuk menghubungkan antara PC satu dengan PC yang lain atau bahkan dengan INTERNET kita bisa menggunakan kabel ataupun wireless. Dan berikut ini adalah salah satu pengkabelan dalam jaringan. Kabel merupakan alat penghantar arus listrik yang terbungkus karet listrik. Macam-macamnya :
1. 10 base 2 Kabel coaxial
2. 10 base 5
3. 10 base F
4. 10 base FB
5. 10 base FL
6. 10 base FP
7. 10 base T
8. 100 base T Kabel UTP
9. 100 base TX
10. 100 base X
Kategori Kabel untuk komunikasi data
Jenis Kategori Keterangan
Tipe CAT1
Tipe CAT2
Tipe CAT3
Tipe CAT4
Tipe CAT5
Tipe CAT6
Tipe CAT7 UTP
UTP
UTP/STP
UTP/STP
UTP/STP 100mb
UTP/STP 155mb
UTP 200MhZ Jenis analog digunakan diperangkat telefon menghubungkan modem dengan line telfon dan jalur ISDN.
digunakan pada topologi ring transfer data sampai 1 M bits
digunakan pada topologi token ring / 10 baret Transfer data sampai 16 Mb
digunakan pada topologi ring dan transfer data sampai 20 Mb
transfer data bisa mencapai 100 Mhz
transfer data bisa mencapai 2,56 GB enthernet 10 Gb untuk 25 m
untuk topologi token ring 16Mb enthernet 10Mbps fast enthernet
Kabel UTP merupakan sepasang kabel yang dililit 1 sama lain dengan tujuan mengurangi intreperensi listrik yang terdapat dari 2,4 atau lebih pasangan. Pada umumnya adalah 4 pasang dan 8 pasang :
• Putih orange
• Orange
• Putih biru
• Biru
• Putih hijau
• Hijau
• Putih cokelat
• cokelat
1. Cara membuat kabel STRAIGHT
Untuk menyusun atau menghubungkan kabel dari client ke HUB, client atau router. Susunan pin dalam HUB adalah sebagai berikut ;
• Putih orange Putih orange
• Orange Orange
• Putih hijau Putih hijau
• Biru Biru
• Putih biru Putih biru
• Hijau Hijau
• Putih cokelat Putih cokelat
• cokelat cokelat
1. Cara membuat kabel CROSS OVER
• Putih orange Putih biru
• Orange Hijau
• Putih biru Putih orange
• Biru Biru
• Putih hijau Putih hijau
• Hijau Orange
• Putih cokelat Putih cokelat
• cokelat cokelat
pada dasar pengkabelan cross over ini yang bekerja adalah no 1,2,3,dan 6.
PIN Konektor 1 PIN Konektor 2
1 Receive + 3 Transdiit +
2 Receive - 6
Transdiit -
3 Transdiit + 1 Receive +
6
Transdiit -
3
Receive -
Pada prosesnya pin 4,5,7,8 tidak digunakan prosos transmisi data pada kabel twistep pair kategori 3 dan 5 sebagai berikut
PIN Konektor 1 PIN Konektor 2
1 Transdiit + 3 Receive +
2 Transdiit -
6 Receive -
3 Receive + 1 Transdiit +
6
Receive -
3 Transdiit -
[ Read More.. ]
Didalam membuat Jaringan selain ada PC atau perangkat computer yang digunakan sebagai akses. Dan untuk menghubungkan antara PC satu dengan PC yang lain atau bahkan dengan INTERNET kita bisa menggunakan kabel ataupun wireless. Dan berikut ini adalah salah satu pengkabelan dalam jaringan. Kabel merupakan alat penghantar arus listrik yang terbungkus karet listrik. Macam-macamnya :
1. 10 base 2 Kabel coaxial
2. 10 base 5
3. 10 base F
4. 10 base FB
5. 10 base FL
6. 10 base FP
7. 10 base T
8. 100 base T Kabel UTP
9. 100 base TX
10. 100 base X
Kategori Kabel untuk komunikasi data
Jenis Kategori Keterangan
Tipe CAT1
Tipe CAT2
Tipe CAT3
Tipe CAT4
Tipe CAT5
Tipe CAT6
Tipe CAT7 UTP
UTP
UTP/STP
UTP/STP
UTP/STP 100mb
UTP/STP 155mb
UTP 200MhZ Jenis analog digunakan diperangkat telefon menghubungkan modem dengan line telfon dan jalur ISDN.
digunakan pada topologi ring transfer data sampai 1 M bits
digunakan pada topologi token ring / 10 baret Transfer data sampai 16 Mb
digunakan pada topologi ring dan transfer data sampai 20 Mb
transfer data bisa mencapai 100 Mhz
transfer data bisa mencapai 2,56 GB enthernet 10 Gb untuk 25 m
untuk topologi token ring 16Mb enthernet 10Mbps fast enthernet
Kabel UTP merupakan sepasang kabel yang dililit 1 sama lain dengan tujuan mengurangi intreperensi listrik yang terdapat dari 2,4 atau lebih pasangan. Pada umumnya adalah 4 pasang dan 8 pasang :
• Putih orange
• Orange
• Putih biru
• Biru
• Putih hijau
• Hijau
• Putih cokelat
• cokelat
1. Cara membuat kabel STRAIGHT
Untuk menyusun atau menghubungkan kabel dari client ke HUB, client atau router. Susunan pin dalam HUB adalah sebagai berikut ;
• Putih orange Putih orange
• Orange Orange
• Putih hijau Putih hijau
• Biru Biru
• Putih biru Putih biru
• Hijau Hijau
• Putih cokelat Putih cokelat
• cokelat cokelat
1. Cara membuat kabel CROSS OVER
• Putih orange Putih biru
• Orange Hijau
• Putih biru Putih orange
• Biru Biru
• Putih hijau Putih hijau
• Hijau Orange
• Putih cokelat Putih cokelat
• cokelat cokelat
pada dasar pengkabelan cross over ini yang bekerja adalah no 1,2,3,dan 6.
PIN Konektor 1 PIN Konektor 2
1 Receive + 3 Transdiit +
2 Receive - 6
Transdiit -
3 Transdiit + 1 Receive +
6
Transdiit -
3
Receive -
Pada prosesnya pin 4,5,7,8 tidak digunakan prosos transmisi data pada kabel twistep pair kategori 3 dan 5 sebagai berikut
PIN Konektor 1 PIN Konektor 2
1 Transdiit + 3 Receive +
2 Transdiit -
6 Receive -
3 Receive + 1 Transdiit +
6
Receive -
3 Transdiit -
macam tipe perkabelan ,
Ada dua macam type pengkabelan pada jaringan LAN. Yaitu Straight dan Cross.
Straight
Pengkabelan jenis ini digunakan untuk menghubungkan banyak (lebih dari 2) komputer, dan melewati Switch Hub untuk koneksi antar komputer. Jadi jika Anda mempunyai 3 komputer yang ingin di hubungkan satu sama lain, anda harus menggunakan pengkabelan jenis ini dan membutuhkan Switch hub sebagai terminal.
Pada type ini susunan kabel pada ujung satu dengan ujung lainnnya harus sama. Dengan standard peletakan warna kabel seperti yang di tunjukkan pada gambar disamping. Susunannya mulai dari kiri yaitu warna Putih Oranye (PO), Oranye (O), Putih Hijau (PH), Biru (B), Putih Biru (PB), Hijau (H), Putih Coklat (PC), Coklat (C). Dan pada ujung yang satunya susunan nya juga sama.
Cross
Untuk pengkabelan jenis ini, digunakan hanya untuk menghubungkan 2 komputer saja. Jadi untuk menghemat, kita tidah perlu membeli switch hub lagi untuk menghubungkan 2 komputer. Cukup menggunakan kabel jenis ini, 2 komputer kita sudah bisa terhubung.
Susunan pengkabelannya standard bisa di lihat seperti gambar di samping, yaitu pada ujung yang satu dimulai dari kiri dengan warna Putih Hijau (PH), Hijau (H), Putih Oranye (PO), Biru (B), Putih Biru (PB), Oranye (O), Putih Coklat (PC), Coklat (C). Dan pada ujung yang lainnya yaitu Putih Oranye (PO), Oranye (O), Putih Hijau (PH), Biru (B), Putih Biru (PB), Hijau (H), Putih Coklat (PC), Coklat (C). Untuk mengingatnya lebih mudah, bisa dengan nomor urutnya saja. yaitu penukaran posisi berikut
PO 1 —– 3 PH
O 2 —– 6 H
PH 3 —– 1 PO
B 4 —– 4 B
PB 5 —– 5 PB
H 6 —– 2 O
PC 7 —– 7 PC
C 8 —– 8 C
Teori pengkabelan sudah selesai, sekarang saatnya untuk memasukkan susunan kabel tersebut pada RJ 45 Connector. Lalu gunakan crimping tool (tang crimping) untuk menyatukan kabel dengan rj 45 connector tersebut. Jika sudah cobalah terlebih dahulu kabel tersebut sebelum di tancapkan pada CPU dan Switch HUB. Jika kabel sudah OK, saatnya anda untuk mengkonfigurasi komputer anda (IP Addressing) supaya komputer anda bisa benar benar terhubung.
[ Read More.. ]
Straight
Pengkabelan jenis ini digunakan untuk menghubungkan banyak (lebih dari 2) komputer, dan melewati Switch Hub untuk koneksi antar komputer. Jadi jika Anda mempunyai 3 komputer yang ingin di hubungkan satu sama lain, anda harus menggunakan pengkabelan jenis ini dan membutuhkan Switch hub sebagai terminal.
Pada type ini susunan kabel pada ujung satu dengan ujung lainnnya harus sama. Dengan standard peletakan warna kabel seperti yang di tunjukkan pada gambar disamping. Susunannya mulai dari kiri yaitu warna Putih Oranye (PO), Oranye (O), Putih Hijau (PH), Biru (B), Putih Biru (PB), Hijau (H), Putih Coklat (PC), Coklat (C). Dan pada ujung yang satunya susunan nya juga sama.
Cross
Untuk pengkabelan jenis ini, digunakan hanya untuk menghubungkan 2 komputer saja. Jadi untuk menghemat, kita tidah perlu membeli switch hub lagi untuk menghubungkan 2 komputer. Cukup menggunakan kabel jenis ini, 2 komputer kita sudah bisa terhubung.
Susunan pengkabelannya standard bisa di lihat seperti gambar di samping, yaitu pada ujung yang satu dimulai dari kiri dengan warna Putih Hijau (PH), Hijau (H), Putih Oranye (PO), Biru (B), Putih Biru (PB), Oranye (O), Putih Coklat (PC), Coklat (C). Dan pada ujung yang lainnya yaitu Putih Oranye (PO), Oranye (O), Putih Hijau (PH), Biru (B), Putih Biru (PB), Hijau (H), Putih Coklat (PC), Coklat (C). Untuk mengingatnya lebih mudah, bisa dengan nomor urutnya saja. yaitu penukaran posisi berikut
PO 1 —– 3 PH
O 2 —– 6 H
PH 3 —– 1 PO
B 4 —– 4 B
PB 5 —– 5 PB
H 6 —– 2 O
PC 7 —– 7 PC
C 8 —– 8 C
Teori pengkabelan sudah selesai, sekarang saatnya untuk memasukkan susunan kabel tersebut pada RJ 45 Connector. Lalu gunakan crimping tool (tang crimping) untuk menyatukan kabel dengan rj 45 connector tersebut. Jika sudah cobalah terlebih dahulu kabel tersebut sebelum di tancapkan pada CPU dan Switch HUB. Jika kabel sudah OK, saatnya anda untuk mengkonfigurasi komputer anda (IP Addressing) supaya komputer anda bisa benar benar terhubung.
jenis " perkabelan
1. TIPE STRIGHT OVER
Artinya ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang sama. Tipe ini digunakan untuk menghubungkan antara PC ke Switch, Router ke Switch, Router ke HUB dan PC ke HUB, tipe ini digunakan untuk hubungan 2 komputer atau lebih.
seperti gambar dibawah dijelaskan bahwa ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang sama, urutannya adalah :
Jika di cek di tester LAN maka akan didapat indikator lampu 1 – 1, 2 – 2, 3 – 3, 4 – 4, 5 – 5, 6 – 6, 7 – 7, 8 – 8.
1. TIPE CROSS OVER
Pada tipe ini ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang tidak sama. Tipe ini digunakan untuk menghubungkan antara PC ke PC, Switch ke Switch, HUB ke HUB dan PC ke Router
seperti gambar dibawah dijelaskan bahwa ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang tidak sama, urutannya adalah :
Jika di cek di tester LAN maka akan didapat indikator lampu 1 – 3, 2 – 6, 3 – 1, 4 – 4, 5 – 5, 6 – 2, 7 – 7, 8 – 8.
Yang saya jelaskan diatas itu merupakan teknik pengkabelan LAN pada umumnya, anda bisa memakai teknik diatas, semoga anda paham dengan gambar diatas jika masih bingung bisa browsing lagi di google. Sedangkan yang akan saya jelaskan berikut ini adalah suatu cara cepat untuk kita membuat pengkabelan, cara yang saya gunakan adalah prinsipnya sama dengan diatas, urutan no kabelnya sama, sedangkan kita bisa merubah susunan warna kabel terserah kita, misalnya kita membuat :
1. TIPE STRIGHT OVER
Kita tidak perlu menghapal kabel seperti pada umumnya, terserah anda mulai dari warna kabel yang mana, contohnya :
1. BIRU,
2. PUTIH BIRU,
3. HIJAU,
4. PUTIH HIJAU,
5. ORANGE,
6. PUTIH ORANGE,
7. COKLAT,
8. PUTIH COKLAT.
Untuk ujung lainnya harus sama dengan yang diatas. Jika anda menggunakan warna lain ya terserah anda harus hapal warnanya, lebih enak untuk mengurutkan sesuai warna terang ke warna gelap. Setelah anda siapkan warna tersebut bisa langsung dirakit seperti biasanya. Coba anda tester hasilnya akan sama dengan yang pada umumnya.
2. TIPE CROSS OVER
Untuk tipe ini kita coba sama dengan tipe yang barusan kita coba contohnya :
1. BIRU,
2. PUTIH BIRU,
3. HIJAU,
4. PUTIH HIJAU,
5. ORANGE,
6. PUTIH ORANGE,
7. COKLAT,
8. PUTIH COKLAT.
sedangkan ujung satunya yaitu anda tinggal merubah urutan kabelnya sesuai dengan tabel diatas jika 1 – 3, 2 – 6, 3 – 1, 4 – 4, 5 – 5, 6 – 2, 7 – 7, 8 – 8 maka yang harus kita buat sambungannya adalah :
9. HIJAU,
10. PUTIH ORANGE,
11. BIRU,
12. PUTIH HIJAU,
13. ORANGE,
14. PUTIH BIRU,
15. COKLAT,
16. PUTIH COKLAT.
Coba anda tester hasilnya akan sama dengan tipe cross over yang pada umumnya
ANALISA :
• Kenapa kok bisa dengan warna yang berbeda / terserah, kita bisa membuat sambungan Straight atau Cross sama dengan yang aslinya ?
• Karena pada dasarnya susunan tersebut tidak dipengaruhi warna kabel, yang paling pengaruh adalah urutan no. Kabelnya dan syaratnya anda harus hapal pada urutan warna kabelnya.
• Dan warna itu selalu sama misal hijau harus bertemu hijau begitu juga yang lainnya, yang berbeda hanya urutannya
[ Read More.. ]
Artinya ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang sama. Tipe ini digunakan untuk menghubungkan antara PC ke Switch, Router ke Switch, Router ke HUB dan PC ke HUB, tipe ini digunakan untuk hubungan 2 komputer atau lebih.
seperti gambar dibawah dijelaskan bahwa ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang sama, urutannya adalah :
Jika di cek di tester LAN maka akan didapat indikator lampu 1 – 1, 2 – 2, 3 – 3, 4 – 4, 5 – 5, 6 – 6, 7 – 7, 8 – 8.
1. TIPE CROSS OVER
Pada tipe ini ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang tidak sama. Tipe ini digunakan untuk menghubungkan antara PC ke PC, Switch ke Switch, HUB ke HUB dan PC ke Router
seperti gambar dibawah dijelaskan bahwa ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang tidak sama, urutannya adalah :
Jika di cek di tester LAN maka akan didapat indikator lampu 1 – 3, 2 – 6, 3 – 1, 4 – 4, 5 – 5, 6 – 2, 7 – 7, 8 – 8.
Yang saya jelaskan diatas itu merupakan teknik pengkabelan LAN pada umumnya, anda bisa memakai teknik diatas, semoga anda paham dengan gambar diatas jika masih bingung bisa browsing lagi di google. Sedangkan yang akan saya jelaskan berikut ini adalah suatu cara cepat untuk kita membuat pengkabelan, cara yang saya gunakan adalah prinsipnya sama dengan diatas, urutan no kabelnya sama, sedangkan kita bisa merubah susunan warna kabel terserah kita, misalnya kita membuat :
1. TIPE STRIGHT OVER
Kita tidak perlu menghapal kabel seperti pada umumnya, terserah anda mulai dari warna kabel yang mana, contohnya :
1. BIRU,
2. PUTIH BIRU,
3. HIJAU,
4. PUTIH HIJAU,
5. ORANGE,
6. PUTIH ORANGE,
7. COKLAT,
8. PUTIH COKLAT.
Untuk ujung lainnya harus sama dengan yang diatas. Jika anda menggunakan warna lain ya terserah anda harus hapal warnanya, lebih enak untuk mengurutkan sesuai warna terang ke warna gelap. Setelah anda siapkan warna tersebut bisa langsung dirakit seperti biasanya. Coba anda tester hasilnya akan sama dengan yang pada umumnya.
2. TIPE CROSS OVER
Untuk tipe ini kita coba sama dengan tipe yang barusan kita coba contohnya :
1. BIRU,
2. PUTIH BIRU,
3. HIJAU,
4. PUTIH HIJAU,
5. ORANGE,
6. PUTIH ORANGE,
7. COKLAT,
8. PUTIH COKLAT.
sedangkan ujung satunya yaitu anda tinggal merubah urutan kabelnya sesuai dengan tabel diatas jika 1 – 3, 2 – 6, 3 – 1, 4 – 4, 5 – 5, 6 – 2, 7 – 7, 8 – 8 maka yang harus kita buat sambungannya adalah :
9. HIJAU,
10. PUTIH ORANGE,
11. BIRU,
12. PUTIH HIJAU,
13. ORANGE,
14. PUTIH BIRU,
15. COKLAT,
16. PUTIH COKLAT.
Coba anda tester hasilnya akan sama dengan tipe cross over yang pada umumnya
ANALISA :
• Kenapa kok bisa dengan warna yang berbeda / terserah, kita bisa membuat sambungan Straight atau Cross sama dengan yang aslinya ?
• Karena pada dasarnya susunan tersebut tidak dipengaruhi warna kabel, yang paling pengaruh adalah urutan no. Kabelnya dan syaratnya anda harus hapal pada urutan warna kabelnya.
• Dan warna itu selalu sama misal hijau harus bertemu hijau begitu juga yang lainnya, yang berbeda hanya urutannya
Langganan:
Postingan (Atom)